Pages

Rabu, 08 Oktober 2014

Powerpoint (Background & Font)

Udah pernah tahu tentang Powerpoint or udah pernah ngegunain ?

Nah ane intro dikit dlu dah mengenai apa sih itu Powerpoint ?

Microsoft Office PowerPoint atau PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Lalu, pada Office 2013, namanya cukup disingkat PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 15 (Microsoft Office PowerPoint 2013), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office 2013.
Aplikasi Microsoft PowerPoint ini pertama kali dikembangkan oleh Bob Gaskins dan Dennis Austin sebagai Presenter untuk perusahaan bernama Forethought, Inc yang kemudian mereka ubah namanya menjadi PowerPoint.

Pada tahun 1987, PowerPoint versi 1.0 dirilis, dan komputer yang didukungnya adalah Apple Macintosh. PowerPoint kala itu masih menggunakan warna hitam/putih, yang mampu membuat halaman teks dan grafik untuk transparansi overhead projector (OHP). Setahun kemudian, versi baru dari PowerPoint muncul dengan dukungan warna, setelah Macintosh berwarna muncul ke pasaran.
Microsoft pun mengakuisisi Forethought, Inc dan tentu saja perangkat lunak PowerPoint dengan harga kira-kira 14 Juta dolar pada tanggal 31 Juli 1987. Pada tahun 1990, versi Microsoft Windows dari PowerPoint (versi 2.0) muncul ke pasaran, mengikuti jejak Microsoft Windows 3.0. Sejak tahun 1990, PowerPoint telah menjadi bagian standar yang tidak terpisahkan dalam paket aplikasi kantoran Microsoft Office System (kecuali Basic Edition).

Nah sekarang udah mengerti kan apa itu Powerpoint. Btw pada kesempatan kali ini saya tidak ingin menjelaskan cara untuk menggunakannyaa. Tapi saya lebih pengen untuk berbagi background dan font agar tampilan Powerpoint anda menjadi lebih menarik.

Langsung aja menuju ke TKP gan.

Nih link buat Download Background nya, langsung aja di sedot gan.

Rabu, 18 Juni 2014

SPSS


Langkah-Langkah Dalam Menguji :
1.      Reliability Analysis :                        
      (Analyze – Scale – Reliability Analysis)
2.      Crosstabs :                                                     
      (Analyze – Descriptive Statistics – Crosstabs)
3.      Descriptives :                                               
      (Analyze – Descriptive Statistics – Descriptives)
4.      Frequencies :                                                
      (Analyze – Descriptives Statistics – Frequencies)

1.      Uji Validitas
     Uji Validitas adalah ketepatan atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin dukur. Dalam pengujian instrumen pengumpulan data, validitas bisa dibedakan menjadi validitas faktor dan validitas item. Validitas faktor diukur bila item yang disusun menggunakan lebih dari satu faktor (antara faktor satu dengan yang lain ada kesamaan). Pengukuran validitas faktor ini dengan cara mengkorelasikan antara skor faktor (penjumlahan item dalam satu faktor) dengan skor total faktor (total keseluruhan faktor), sedangkan pengukuran validitas item dengan cara mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item.

2.      Uji Reliabilitas
       Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Ada beberapa metode pengujian reliabilitas diantaranya metode tes ulang, formula belah dua dari Spearman-Brown, formula Rulon, formula Flanagan, Cronbach’s Alpha, metode formula KR-20, KR-21, dan metode Anova Hoyt.

3.      Uji Multikolinearitas
      Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas yaitu adanya hubungan linear antar variabel independen dalam model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya multikolinearitas. Ada beberapa metode pengujian yang bisa digunakan diantaranya yaitu 1) dengan melihat nilai inflation factor (VIF) pada model regresi, 2) dengan membandingkan nilai koefisien determinasi individual (r2) dengan nilai determinasi secara serentak (R2), dan 3) dengan melihat nilai eigenvalue dan condition index. Pada pembahasan ini akan dilakukan uji multikolinearitas dengan melihat nilai inflation factor (VIF) pada model regresi dan membandingkan nilai koefisien determinasi individual (r2) dengan nilai determinasi secara serentak (R2). Menurut Santoso (2001), pada umumnya jika VIF lebih besar dari 5, maka variabel tersebut mempunyai persoalan multikolinearitas dengan variabel bebas lainnya. 
  
4.      Uji Normalitas
      Uji normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki nilai residual yang terdistribusi secara normal. Beberapa metode uji normalitas yaitu dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-P Plot of regression standardized residual atau dengan uji One Sample Kolmogorov Smirnov. 

 5.      Uji Deskriptif 
       Statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian seperti mean, standar deviasi, varian, modus dll. Dalam program SPSS digunakan juga ukuran skewness dan kurtosis untuk menggambarkan distribusi data apakah normal atau tidak, selain ada beberapa pengujian untuk mengetahui normalitas data dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Dalam pembahasan ini hanya akan dilakukan analisis deskriptif dengan memberikan gambaran data tentang jumlah data, minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi.

 6.      Analisis Regresi
       Analisis regresi linier berganda adalah hubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2,….Xn) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau rasio.


Kamis, 12 Juni 2014

Cheat Battlefront Heroes™

Cheat Battlefront Heroes

Locker Blue Download Here

Password Generator Download Here

1. Download Kedua File Diatas
2. Buka Password Generator 1.12 (Jangan kaget bila tiba-tiba Youtube terbuka dengan sendirinya)
3. Tunggu sampai Password Generator memberikan Password.
4. Login Facebook Anda dan Buka Battlefront Heroes™
5. Buka Locker Blue
6. Masukkan Password yg tadi telah kita dapatkan
7. Selamat Membuktikan

Catatan :
Jangan terlalu sering dipakai karena mengingat adanya Fitur Replay dari Battlefront jadi memudahkan player untuk mereport anda.

Jika Langkah diatas belum berhasil silahkan berkomentar dibawah.

Trims

Senin, 02 Juni 2014

Uji Multikolinearitas


Multikolinearitas adalah adalah uji untuk mengetahui apakah terdapat hubungan linear antar variabel independen dalam model regresi.

Langkah-Langkah dalam Uji Multikolinearitas :
1.      Lihat Kotak VIF (Variance Inflation Factor).
·         Jika nilai VIF lebih besar atau sama dengan 10 maka diduga bahwa antar variabel independen terjadi persoalan multikolinearitas.
·         Jika nilai VIF lebih kecil dari 10 maka diduga bahwa antar variabel independen tidak terjadi persoalan multikolinearitas.

2.      Melihat nilai Tolerance
·         Jika nilai Tolerance lebih besar dari 0.10 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terjadi Multikolinearitas.
·         Jika nilai Tolerance lebih kecil dari 0.10 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terjadi Multikolinearitas.
Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics
Tolerance
VIF
1
TotalX1
,643
1,555
TotalX2
,643
1,555
a. Dependent Variable: TotalY

    Dari hasil di atas dapat diketahui nilai Variance Inflation Factor (VIF) kedua variabel yaitu Total X1 dan Total X2 adalah 1.555 lebih kecil dari 5, sehingga bisa dikatakan bahwa antar variabel independen tidak terjadi persoalan multikolinearitas.

    Dari hasil di atas dapat diketahui nilai Tolerance 0.643, lebih besar dari 0.10 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terjadi multikolinearitas.

3.      Membandingkan nilai koefisien determinasi individual (r2) dengan nilai determinasi secara serentak (R2)
Dalam metode ini, cara yang ditempuh adalah dengan meregresikan setiap variabel independen dengan variabel independen lainnya, dengan tujuan untuk mengetahui nilai koefisien r2 untuk setiap variabel yang diregresikan. Selanjutnya nilai r2 tersebut dibandingkan dengan nilai koefisien determinasi R2.

Kriteria pengujian yaitu :
·         Jika r2 > R2 maka terjadi multikolinearitas
·         Jika r2 < R2 maka tidak terjadi multikolinearitas.




Model Summary


Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate


1
,598a
,357
,346
4,943


a. Predictors: (Constant), TotalX2


Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
,910a
,828
,822
4,091
a. Predictors: (Constant), TotalX2, TotalX1










Variabel Dependen
Variabel Independen
Nilai r square (r2)
Total X1
Total X2
0.357 (r2)
Nilai R2
0.828 (R­­­­2)









Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai koefisien r2 yang diperoleh bernilai lebih kecil dari pada nilai koefisien determinasi (R2). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah multikolinearitas pada model regresi.

Uji T dan Uji F

Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
Collinearity Statistics
B
Std. Error
Beta
Tolerance
VIF
1
(Constant)
12,934
6,907

1,873
,066


TotalX1
1,272
,109
,802
11,709
,000
,643
1,555
TotalX2
-,227
,095
-,164
-2,397
,020
,643
1,555
a. Dependent Variable: TotalY

Uji T digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara parsial berpengaruh nyata atau tidak terhadap variabel dependen. Derajat signifikansi yang digunakan adalah 0.05. Apabila nilai signifikan lebih kecil dari derajat kepercayaan maka kita menerima hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa suatu variabel independen secara parsial mempengaruhi variabel dependen. Nilai t yang positif menunjukkan bahwa variabel independent mempunyai hubungan yang searah dengan variabel dependent.

·         Terlihat pada baris Total X1 terdapat nilai sig 0.000. Nilai sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0.05 (untuk sosial) dengan kata lain 0.000 < 0.05, maka H1 diterima dan Ho ditolak. Nilai t yang positif menunjukkan bahwa variabel Total X1 mempunyai hubungan yang searah dengan Total Y.

·         Terlihat pada baris Total X2 terdapat nilai sig 0.020. Nilai sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0.05 (untuk sosial) dengan kata lain 0.020 < 0.05, maka H1 diterima dan Ho ditolak. Nilai t yang negative menunjukkan bahwa variabel Total X2 mempunyai hubungan yang tidak searah dengan Total Y.

ANOVAa
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
4591,390
2
2295,695
137,184
,000b
Residual
953,860
57
16,734


Total
5545,250
59



a. Dependent Variable: TotalY
b. Predictors: (Constant), TotalX2, TotalX1

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Derajat kepercayaan yang digunakan adalah 0.05. Apabila nilai F hasil perhitungan lebih besar daripada nilai F menurut tabel maka hipotesis alternatif, yang menyatakan bahwa semua variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
·         Dapat dilihat bahwa nilai sig 0.000. Nilai sig lebih kecil dari nilai probabilitas 0.05 (untuk sosial) dengan kata lain 0.000 < 0.05, maka ini menunjukkan bahwa Variabel Total X1 dan Variabel Total X2 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Variabel Total Y.



Output Analisis Multikolinearitas


GET
  FILE='D:\Tugas\Yogo\Kuliah\Semester IV\Laboratorium Statistika\Uji Multikolinearitas\Uji Multikolinearitas.sav'.
DATASET NAME DataSet1 WINDOW=FRONT.
REGRESSION
  /MISSING LISTWISE
  /STATISTICS COEFF OUTS BCOV R ANOVA COLLIN TOL
  /CRITERIA=PIN(.05) POUT(.10)
  /NOORIGIN
  /DEPENDENT TotalY
  /METHOD=ENTER TotalX1 TotalX2.

Regression

Variables Entered/Removeda
Model
Variables Entered
Variables Removed
Method
1
TotalX2, TotalX1b
.
Enter
a. Dependent Variable: TotalY
b. All requested variables entered.

Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
,910a
,828
,822
4,091
a. Predictors: (Constant), TotalX2, TotalX1

ANOVAa
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
4591,390
2
2295,695
137,184
,000b
Residual
953,860
57
16,734


Total
5545,250
59



a. Dependent Variable: TotalY
b. Predictors: (Constant), TotalX2, TotalX1

Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
Collinearity Statistics
B
Std. Error
Beta
Tolerance
VIF
1
(Constant)
12,934
6,907

1,873
,066


TotalX1
1,272
,109
,802
11,709
,000
,643
1,555
TotalX2
-,227
,095
-,164
-2,397
,020
,643
1,555
a. Dependent Variable: TotalY

 Coefficient Correlationsa
Model
TotalX2
TotalX1
1
Correlations
TotalX2
1,000
,598
TotalX1
,598
1,000
Covariances
TotalX2
,009
,006
TotalX1
,006
,012
a. Dependent Variable: TotalY
 
Collinearity Diagnosticsa
Model
Dimension
Eigenvalue
Condition Index
Variance Proportions
(Constant)
TotalX1
TotalX2
1
1
2,951
1,000
,00
,00
,00
2
,046
8,049
,00
,18
,22
3
,004
27,612
1,00
,82
,78
a. Dependent Variable: TotalY