1.
Kompensasi merupakan salah satu
faktor penting dan menjadi perhatian pada banyak organisasi dalam
mempertahankan dan menarik sumber daya manusia yang berkualitas.
Kaitannya dengan kinerja
karyawan : Semakin besar kompensasi yang diberikan
perusahaan kepada karyawannya, maka akan semakin tinggi usaha para karyawan
untuk meningkatkan kinerjanya. Dan begitupun sebaliknya, apabila kompensasi
yang diberikan kepada karyawan semakin rendah bahkan dibawah rata-rata yang
telah ditetapkan dalam hukum, maka akan semakin rendah kinerja yang diberikan
karyawan untuk perusahaan tersebut
Kaitannya dengan kepuasan
kerja : Kompensasi dapat digunakan sebagai kunci
untuk mengelola sumberdaya manusia secara efektif agar sesuai dengan kebutuhan
bisnis dan kebutuhan karyawan (Schuler dan Jackson, 1996). Kompensasi juga
dapat digunakan sebagai suatu cara untuk memotivasi, meningkatkan prestasi
kerja, dan kepuasan kerja karyawan (Handoko, 1995). Oleh sebab itu penentuan
kompensasi merupakan tugas yang kompleks, sulit, dan perlu mempertimbangkan
berbagai faktor, karena menyangkut kepentingan organisasi maupun karyawan.
Kaitannya dengan tingkat perputaran dan absensi pekerja : Kepuasan kerja dapat mempengaruhi tingkat perputaran karyawan dan absensi. Bila kepuasan kerja meningkat maka perputaran tenaga kerja dan absensi menurun atau sebaliknya. Hal ini disebabkan karena apabila para karyawan kurang mengdapatkan kepuasan kerja, maka mereka akan cenderung lebih sering absen dan dapat mengakibatkan sering keluar masuknya tenaga kerja, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi dan menghambat proses produksi karyawan.
Kaitannya dengan tingkat perputaran dan absensi pekerja : Kepuasan kerja dapat mempengaruhi tingkat perputaran karyawan dan absensi. Bila kepuasan kerja meningkat maka perputaran tenaga kerja dan absensi menurun atau sebaliknya. Hal ini disebabkan karena apabila para karyawan kurang mengdapatkan kepuasan kerja, maka mereka akan cenderung lebih sering absen dan dapat mengakibatkan sering keluar masuknya tenaga kerja, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi dan menghambat proses produksi karyawan.
2. Penggolongan Kompensasi
1.
Mendapatkan Karyawan Yang Cakap
Dengan semakin berkembangnya industry, terlihat semakin dibutuhkannya sumber daya manusia yang memiliki kecakapan di atas rata-rata, sama dengan kebutuhan organisasi lain.
Dengan semakin berkembangnya industry, terlihat semakin dibutuhkannya sumber daya manusia yang memiliki kecakapan di atas rata-rata, sama dengan kebutuhan organisasi lain.
2.
Mempertahankan Karyawan Yang Ada
Pada umumnya setiap orang akan menginginkan untuk memperoleh kesejahteraan, kebutuhan ini dapat diperoleh dari organisasi tempatnya bekerja.
Pada umumnya setiap orang akan menginginkan untuk memperoleh kesejahteraan, kebutuhan ini dapat diperoleh dari organisasi tempatnya bekerja.
3.
Meningkatkan Produktivitas
Program kompensasi yang menarik akan dapat memotivasi dan kepuasan karyawan untuk meningkatkan produktivitas.
Program kompensasi yang menarik akan dapat memotivasi dan kepuasan karyawan untuk meningkatkan produktivitas.
4.
Memperoleh Keunggulan Kompetitif
Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang memiliki kontrbusi penting dalam organisasi. Sebagian besar biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan usaha dialokasikan pada biaya sumber daya manusia.
Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang memiliki kontrbusi penting dalam organisasi. Sebagian besar biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan usaha dialokasikan pada biaya sumber daya manusia.
5.
Aturan Hukum
Berkaitan dengan aturan hukum, organisasi harus menyesuaikan kompensasi sesuai dengan peraturan yang berlaku secara nasional dan daerah. Organisasi dituntut agar taat atas aturan yang berkaitan dengan kompensasi karena menyangkut kebutuhan hidup orang-orang dalam suatu negara atau daerah tertentu.
Berkaitan dengan aturan hukum, organisasi harus menyesuaikan kompensasi sesuai dengan peraturan yang berlaku secara nasional dan daerah. Organisasi dituntut agar taat atas aturan yang berkaitan dengan kompensasi karena menyangkut kebutuhan hidup orang-orang dalam suatu negara atau daerah tertentu.
6.
Sasaran Strategi
Banyak perusahaan dalam menjalankan usahanya menginginkan yang terbaik dalam industrinya. Untuk dapat bersaing, organisasi membutuhkan tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi tinggi.
Banyak perusahaan dalam menjalankan usahanya menginginkan yang terbaik dalam industrinya. Untuk dapat bersaing, organisasi membutuhkan tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi tinggi.
4.
Tantangan-Tantangan Dalam
Kebijakan Kompensasi :
1.
Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja
Bagi pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi, biasanya tersedia dalam jumlah sedikit (terbatas) maka tingkat upah cenderung tinggi. Sebaliknya untuk jenis pekerjaan yang membutuhkan keterampilan rendah dibayar dengan upah yang rendah juga.
Bagi pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi, biasanya tersedia dalam jumlah sedikit (terbatas) maka tingkat upah cenderung tinggi. Sebaliknya untuk jenis pekerjaan yang membutuhkan keterampilan rendah dibayar dengan upah yang rendah juga.
2.
Perekonomian
Pertumbuhan perekonomian yang pesat yang dialami oleh suatu negara tertentu akan menciptakan daya saing lebih besar yang akan mendorong upah dan gaji naik . Sebaliknya kondisi perekonomian yang buruk umumnya meningkatkan penawaran tenaga kerja yang menyebabkan rendahnya gaji atau upah yang diterima para pekerjanya.
Pertumbuhan perekonomian yang pesat yang dialami oleh suatu negara tertentu akan menciptakan daya saing lebih besar yang akan mendorong upah dan gaji naik . Sebaliknya kondisi perekonomian yang buruk umumnya meningkatkan penawaran tenaga kerja yang menyebabkan rendahnya gaji atau upah yang diterima para pekerjanya.
3.
Serikat Buruh
Kuatnya serikat buruh dalam organisasi akan mendorong untuk meningkatkan besarnya kompensasi yang diterima karyawan. Sebaliknya apabila serikat buruh lemah maka perusahaanlah yang cenderung menentukan besarnya tingkat upah bagi karyawan, perusahaan cenderung untuk menetapkan tingkat upah yang rendah.
Kuatnya serikat buruh dalam organisasi akan mendorong untuk meningkatkan besarnya kompensasi yang diterima karyawan. Sebaliknya apabila serikat buruh lemah maka perusahaanlah yang cenderung menentukan besarnya tingkat upah bagi karyawan, perusahaan cenderung untuk menetapkan tingkat upah yang rendah.
4.
Kondisi Keuangan Perusahaan
Serikat buruh memiliki peran kuat untuk menentukan kompensasi, namun harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Kondisi keuangan organisasi merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat kompensasi yang layak.
Serikat buruh memiliki peran kuat untuk menentukan kompensasi, namun harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Kondisi keuangan organisasi merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat kompensasi yang layak.
5.
Kebijakan Perusahaan
Kebijakan kompensasi yang ditetapkan perusahaan juga berpengaruh terhadap penentuan kompensasi karena telah disiapkannya pedoman pokok tentang kompensasi. Beragam persepsi karyawan tentang pemberian kompensasi sebagian mempersepsikan adil namun sebagian karyawan lain memperesepsikan kurang adil.
Kebijakan kompensasi yang ditetapkan perusahaan juga berpengaruh terhadap penentuan kompensasi karena telah disiapkannya pedoman pokok tentang kompensasi. Beragam persepsi karyawan tentang pemberian kompensasi sebagian mempersepsikan adil namun sebagian karyawan lain memperesepsikan kurang adil.
6.
Produktivitas
Semakin tinggi hasil produksi atau prestasi kerja karyawan maka hal yang wajar untuk menaikkan tingkat upah karyawan. Sebagai konsekuensinya tingkat produksi dan prestasi kerja yang rendah akan menurunkan tingkat upah yang diterima.
Semakin tinggi hasil produksi atau prestasi kerja karyawan maka hal yang wajar untuk menaikkan tingkat upah karyawan. Sebagai konsekuensinya tingkat produksi dan prestasi kerja yang rendah akan menurunkan tingkat upah yang diterima.
7.
Biaya Hidup
Biaya hidup pada berbagai daerah berbeda tergantung pada kondisi ekonomi pada setiap daerah tersebut. Salah satu faktor untuk menentukan kompensasi dengan menyesuaikan kebutuhan hidup layak (KHL) pada setiap daerah baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten.
Biaya hidup pada berbagai daerah berbeda tergantung pada kondisi ekonomi pada setiap daerah tersebut. Salah satu faktor untuk menentukan kompensasi dengan menyesuaikan kebutuhan hidup layak (KHL) pada setiap daerah baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten.
8.
Pemerintah
Pemerintah menentukan batas minimum upah yang diterima karyawan. Hal ini pemerintah menentukan berdasarkan jenis pekerjaanya dan tidak terlepas dari biaya hidup pada masing-masing daerah.
Pemerintah menentukan batas minimum upah yang diterima karyawan. Hal ini pemerintah menentukan berdasarkan jenis pekerjaanya dan tidak terlepas dari biaya hidup pada masing-masing daerah.
5.
Faktor yang menentukan besarnya
pembayaran kompensasi :
Kemampuan dan
kesediaan perusahaan
Apabila kemampuan dan kesediaan
perusahaan untuk membayar semakin baik maka tingkat kompensasi akan semakin
besar. Tetapi sebaliknya, jika kemampuan dan kesediaan perusahaan untuk
membayar kurang maka tingkat kompensasi relatif kecil.
Biaya hidup / Cost of living
Apabila hidup didaerah itu tinggi
maka tingkat kompensasi/upah semakin besar. Sebaliknya, jika tingkat biaya
hidup didaerah itu rendah maka tingkat kompensasi/relatif kecil.
Posisi jabatan karyawan
Karyawan yang menduduki jabatan yang
lebih tinggi maka tingkat kompensasi/upah semakin besar. Sebaliknya karyawan
yang menduduki jabatan yang lebih rendah akan memperoleh gaji/kompensasi yang
kecil.
Pendidikan dan pengalaman kerja
Jika pendidikan lebih tinggi dan
pengalaman kerja lebih lama maka gaji/balas jasa akan semakin besar, karena
kecakapan serta keterampilannya lebih baik. Sebaliknya, karyawan yang
berpendidikan rendah dan pengalam kerja yang kurang maka tingkat gaji / kompensasinya
kecil.
Jenis dan sifat pekerjaan
Kalau jenis dan sifat pekerjaan
sulit mempunyai resiko (finansial, keselamatan) yang besar maka tingkat
upah/balas jasanya semakin besar karena membutuhkan kecakapan serta ketelitian
untuk mengerjakannya. Tetapi jika jenis dan sifat pekerjaannya mudah dan resiko
(finansial, kecelakaan) kecil, tingkat upah/balas jasanya relatif rendah.
6.
Keadilan kompensasi merupakan
faktor penting yang mempengaruhi bagaimana dan mengapa karyawan bekerja pada
suatu perusahaan dan bukan pada perusahaan lainnya. Kompensasi yang adil
maksudnya segala pengorbanan yang dilakukan oleh karyawan seimbang dengan
imbalan yang mereka terima. Ada keseimbangan antara produktivitas dengan upah
atau gaji atau kompensasi yang diterimanya. Keadilan kompensasi pada prinsipnya
adalah sama akan tetapi bagi karyawan yang prestasinya beda maka keadilan
kompensasi yang diterima berbeda tergantung pada prestasi kerjanya.
Keadilan Distributif adalah keadilan yang dirasakan karyawan atas kesesuaian kompensasi yang mereka terima denga hasil pekerjaannya.
Keadilan Eksternal adalah perbandingan kompensasi yang diterima karyawan pada tingkat dan jenis pekerjaan yang sama pada perusahaan berbeda dalam industri.
7.
Evaluasi Pekerjaan adalah proses dalam
menilai suatu pekerjaan dibandingkan dengan pekerjaan lain baik dalam maupun
luar organisasi, untuk dijadikan sebagai dasar dalam menentukan besarnya
kompensasi.
8.
Metode-Metode Evaluasi
Pekerjaan
1.
Metode Peringkat adalah proses
mengurutkan nilai setiap pekerjaan mulai dari yang terbesar sampai yang
terkecil melalui deskripsi pekerjaan.
2.
Metode Klasifikasi adlaah membagi
pekerjaan pada beberapa kelas dimana pekerjaan yang memiliki karakter sama
dikelompokkan ke dalam satu kelas.
3.
Metode Perbandingan Faktor adalah
menjadikan beberapa faktor pada suatu pekerjaan sebagai pembanding atas
pekerjaan lain kemudian diurutkan dari nilai yang tertinggi sampai terendah.
4.
Metode Poin adalah penilaian kepatas
beberapa faktor pada suatu pekerjaan kemudian dijumlahkan untuk menentukan
nilai suatu pekerjaan.
9.
Dasar untuk menentukan harga
pekerjaan dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu :
1.
Tingkat Bayaran : Suatu proses yang
digunakan organisasi untuk menetapkan harga pekerjaan adalah dengan
mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan yang memiliki karakteristik sama atau hampir
sama.
2.
Rentang Bayaran : Proses pengelompokkan
pekerjaan dengan rentang tertentu untuk memberikan bayaran yang sama pada suatu
rentang tertentu tersebut.
3.
Broadbanding : Kebijakan kompensasi
untuk menghilangkan sebagian tingkatan bayaran agar menjadi lebih sedikit untuk
meningkatkan efektivitas organisasi.
10.
Sistem Pembayaran Tunggal adalah
kebijakan kompensasi untuk membayar sama serluruh karyawan yang mengerjakan
pekerjaan yang setingkat.
11.
Penyebab terjadinya overpaid dan underpaid dalam pembayaran kompensasi kepada pekerja karena
terjadinya perbedaan persepsi antara para karyawan dalam suatu perusahaan. Realisasinya
tergantung pada kontribusi yang diberikan karyawan kepada perusahaan. Apakah dengan
mendapat kontribusi x maka karyawan juga dapat memberikan kontribusi yang
setara yaitu sebesar x atau tidak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar