Langkah-Langkah Dalam Menguji :
1.
Reliability Analysis :
(Analyze
– Scale – Reliability Analysis)
2.
Crosstabs :
(Analyze –
Descriptive Statistics – Crosstabs)
3.
Descriptives :
(Analyze
– Descriptive Statistics – Descriptives)
4.
Frequencies :
(Analyze
– Descriptives Statistics – Frequencies)
1.
Uji Validitas
Uji Validitas adalah ketepatan
atau kecermatan suatu instrumen dalam mengukur apa yang ingin dukur. Dalam
pengujian instrumen pengumpulan data, validitas bisa dibedakan menjadi validitas
faktor dan validitas item. Validitas faktor diukur bila item yang disusun
menggunakan lebih dari satu faktor (antara faktor satu dengan yang lain ada kesamaan).
Pengukuran validitas faktor ini dengan cara mengkorelasikan antara skor faktor
(penjumlahan item dalam satu faktor) dengan skor total faktor (total
keseluruhan faktor), sedangkan pengukuran validitas item dengan cara
mengkorelasikan antara skor item dengan skor total item.
2.
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas
digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang
digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut
diulang. Ada beberapa metode pengujian reliabilitas diantaranya metode tes
ulang, formula belah dua dari Spearman-Brown, formula Rulon, formula Flanagan,
Cronbach’s Alpha, metode formula KR-20, KR-21, dan metode Anova Hoyt.
3. Uji
Multikolinearitas
Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya
penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas yaitu adanya hubungan linear antar
variabel independen dalam model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam
model regresi adalah tidak adanya multikolinearitas. Ada beberapa metode
pengujian yang bisa digunakan diantaranya yaitu 1) dengan melihat nilai inflation
factor (VIF) pada model regresi, 2) dengan membandingkan nilai koefisien
determinasi individual (r2) dengan nilai determinasi secara
serentak (R2), dan 3) dengan melihat nilai eigenvalue dan
condition index. Pada pembahasan ini akan dilakukan uji
multikolinearitas dengan melihat nilai inflation factor (VIF) pada model
regresi dan membandingkan nilai koefisien determinasi individual (r2)
dengan nilai determinasi secara serentak (R2).
Menurut Santoso (2001), pada umumnya jika VIF lebih besar dari 5, maka variabel
tersebut mempunyai persoalan multikolinearitas dengan variabel bebas
lainnya.
4.
Uji Normalitas
Uji normalitas pada model regresi digunakan untuk
menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara
normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki nilai residual
yang terdistribusi secara normal. Beberapa metode uji normalitas yaitu dengan
melihat penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-P Plot of
regression standardized residual atau
dengan uji One Sample Kolmogorov Smirnov.
5. Uji
Deskriptif
Statistik deskriptif menggambarkan tentang ringkasan
data-data penelitian seperti mean, standar deviasi, varian, modus dll. Dalam
program SPSS digunakan juga ukuran skewness dan kurtosis untuk menggambarkan
distribusi data apakah normal atau tidak, selain ada beberapa pengujian untuk
mengetahui normalitas data dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk.
Dalam pembahasan ini hanya akan dilakukan analisis deskriptif dengan memberikan
gambaran data tentang jumlah data, minimum, maksimum, mean, dan standar
deviasi.
6. Analisis
Regresi
Analisis regresi linier berganda adalah hubungan
secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2,….Xn)
dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan
antara variabel independen dengan variabel dependen apakah masing-masing
variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi
nilai dari variabel dependen apabila nilai variabel independen mengalami
kenaikan atau penurunan. Data yang digunakan biasanya berskala interval atau
rasio.
Sumber : http://duwiconsultant.blogspot.com