Pages

Jumat, 30 Mei 2014

Contoh Strategi yang Digunakan Suatu Perusahaan Dalam Menghadapi Persaingan

Contoh Perusahaan Yang Menggunakan Strategi Kepemimpinan Biaya

Air Asia merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di industri penerbangan yang telah menerapkan strategi penerapan harga murah (low cost carier / LCC) dibandingkan dengan kompetitornya. Strategi ini dipilih karena sesuai dengan target market yang dipilih oleh Air Asia yaitu konsumen penerbangan yang sangat aware terhadap harga dan hanya membutuhkan maanfat utama dari produk dan pelayanan industri penerbangan yaitu transportasi yang memindahkan konsumen dari satu tempat ke tempat lain. Masuknya Air Asia ke segmen market ini didasari oleh pertimbangan bahwa masih banyaknya penduduk Asia khususnya Asia Tenggara yang membutuhkan transpotasi yang cepat melalui udara baik antar negara maupun antar daerah tetapi terkendala oleh besarnya biaya penerbangan yang saat itu ada. Potensi segmen ini bertambah semakin besar seiring dengan terjadinya switching konsumen penerbangan premium atau biasa yang menginginkan harga yang lebih rendah. Swtiching ini banyak dipengaruhi oleh turunnya daya beli konsumen penerbangan secara keseluruhan sebagai akibat krisis yang melanda Asia.

Contoh Perusahaan Yang Menggunakan Strategi Diferensiasi

Google menggunakan sistem informasi untuk membedakan produk,dan mengadakan produk dan jasa baru. Google mempunyai misi untuk memberikan pengalaman pencarian di Internet yang terbaik dengan mewujudkan informasi dunia yang mudah diakses dan bermanfaat. Google, pembuat mesin pencarian terbesar di dunia, menawarkan kecepatan, kemudahan pencarian informasi di internet. Dengan mengakses lebih dari 1.3 milyar halaman web, Google mengantarkan hasil yang relevan dengan semua pemakai di seluruh dunia kurang dari setengah detik. Sampai hari ini, Google telah merespon lebih dari 100 juta permintaan pencarian dalam sehari. Teknologi pencarian Google yang inovatif dan tata muka pemakainya yang elegan menempatkan Google pada posisi yang jauh berbeda dari mesin pencarian generasi pertama yang tersedia saat ini. Dibandingkan dengan hanya menggunakan teknologi kata kunci atau metasearch, Google memakai teknologi terbaru PageRank yang sedang dipatenkan, teknologi ini menjamin informasi-informasi yang terpenting akan ditampilkan dahulu. PageRank menampilkan pengukuran yang objektif mengenai tingkatan halaman web dan diukur dengan cara menyelesaikan sebuah persamaan dengan 500 juta variabel dengan lebih dari 2 milyar kondisi. PageRank menggunakan struktur keterkaitan yang sangat luas seperti dalam sebuah struktur organisasi. Pada intinya, Google menginterpretasikan sebuah keterkaitan dari Halaman A ke Halaman B sebagai sebuah “suara” oleh Halaman A untuk Halaman B. Google menilai pentingnya halaman web berdasarkan perolehan suara yang diperoleh. Google juga menganalisa halaman yang memberikan suara. Metode-metode pencarian Google yang otomatis dan kompleks tidak membolehkan adanya gangguan dari manusia. Tidak seperti mesin pencari yang lain, Google disusun agar tak seorangpun dapat membeli “tempat yang lebih tinggi” di hasil pencarian atau mengubah hasil pencarian untuk tujuan komersial. Pencarian Google adalah pencarian yang jujur dan obyektif dalam mencari website yang bermutu tinggi dengan cara yang mudah.

Contoh Perusahaan Yang Menggunakan Strategi  Fokus

Procter & Gamble Company telah mempunyai badan hukum di Ohio pada 1905. Perusahaan tersebut didirikan oleh William Procter and James Gamble pada 1837. Procter & Gamble memfokuskan diri pada produk bermerek untuk meningkatkan kehidupan konsumen seluruh dunia. Saat ini perusahaan telah memasarkan lebih dari 300 merek yang telah tersebar di lebih dari 160 negara. Perusahaan beroperasi di lebih dari 80 negara melalui Market Development Organization “MDO”. MDO meliputi pelanggan ritel yang resmi, saluran dagang dan tim khusus untuk negara yang bekerja untuk membangun merek perusahaan di pasar lokal. MDO diorganiasi mencakup tujuh wilayah, yaitu Amerika Utara, Eropa Barat, Asia Utara-Timur, Amerika Latin, Eropa Timur dan Tengah/Timur Tengah/Afrika, Cina dan ASEAN/Australia/India. Perusahaan dikelompokkan menjadi tiga Global Business Units: P&G Beauty; P&G Family Health; and P&G Household Care. Dalam P&G Beauty unit, meliputi Retail and Professional Hair Care, Skin Care, Feminine Care, Cosmetics, Fine Fragrances and Personal Cleansing. Hair Care merupakan bisnis utama dan Feminine Care merupakan bisnis utama lainnya. Merek dalam P&G Beauty antara lain Pantene, Wella, Olay, Always and Head & Shoulders. Dalam P&G Family Health, perusahaan menawarkan produk perawatan kesehatan mencakup Oral Care, Pharmaceuticals, Personal Health and Pet Health and Nutrition. Merek P&G Family Health meliputi Actonel, Crest, Iams, Pampers, Bounty and Charmin brands. Dalam P&G Household Care, terdiri dari Fabric Care and Home Care, mencakup Tide, Ariel, Downy dan Dawn. In Snacks and Coffee, perusahaan membagi menjadi dua kategori, yaitu Salted Snacks and Coffee. Dua merek dalam Snacks and Coffee – Pringles dan Folgers. Pada 27 January 2005, Procter & Gamble bekerjasama dengan The Gillette Company. The Gillette Company merupakan perusahaan yang menghasilkan produk untuk pria, misalnya silet, pisau cukur dan tempat penyipanan peralatan dan juga tersedia untuk produk wanita. Gillette juga menyediakan batu baterai alkalin dan sikat gigi yang mampu masuk ke pasar global. Pada 2007, Procter & Gamble ini dipimpin oleh Alan G. Lafley, sebagai CEO/Chairman of the Board/President/Director.


Minggu, 25 Mei 2014

A Set Of Winning Marketing Practices



A Set Of Winning Marketing Practices
By : Philip Kotler
1.      Higher Quality
Menang melalui kualitas yang tinggi. Semua orang juga tidak akan memilih kualitas yang rendah jika ada kualitas yang lebih baik. Akan tetapi ada beberapa masalah dalam hal menentukkan kualitas yang baik, yaitu :
·       Kualitas memiliki banyak makna, sebagai contoh perusahaan mobil yang menciptakan suatu       mobil dengan kecepatan tinggi. Apakah semua pelanggan akan beranggapan bahwa mobil tersebut berkualitas tinggi ? Tentu saja tidak, karena setiap orang memiliki berbagai macam pandangan dalam menilai suatu hal.
·         Kualitas tidak hanya ditentukan oleh tampilan luar saja, sebagai contoh dalam hal membeli Antenna, sering kali kita hanya melihat Casing Antenna nya saja dalam menentukan kualitas gambar yang dihasilkan padahal yang menentukan kualitas gambar bukanlah Casing nya tetapi komponen-komponen yang ada di dalam Casing nya.
Contoh nyata dari “Higher Quality” adalah iPhone. iPhone memiliki berbagai macam kelebihan yang tidak ada di Handphone lainnya serperti : kamera iSight yang berguna untuk meningkatkan kualitas foto yang dihasilkan, pemindai sidik jari yang berfungsi sebagai kode pengaman dan lain-lain. Hal itulah yang membuat iPhone sebagai Handphone yang memiliki kualitas tinggi dibandingkan dengan para pesaingnya.

2.      Better Services
Menang melalui pelayanan yang lebih baik. Semua orang tentu saja menginginkan pelayanan yang lebih baik. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik :
·         Selalu tersenyum kepada pelanggan, jika kita tersenyum kepada pelanggan tentu saja mereka akan merasa senang dan dihargai meskipun produk kita biasa-biasa saja tetapi mereka akan memberikan persepsi yang berbeda dalam hal menilai pelayanan kita yang lebih baik.
·         Gunakan bahasa yang sopan dan santun, gunakan kata seperti “tolong”, ”terima kasih”, ”bisa saya bantu”, dan lainnya maka pelanggan akan merasa sangat dihormati dan perlu diingat bahwa sopan tidak hanya dalam hal berbicara tapi juga dalam hal tindakan.
·         Sebutkan nama pelanggan, hal ini akan membuat pelanggan merasa dihargai dan akan membuat mereka merespon dengan baik. Sebagai contoh dalam menjalankan bisni restoran, kenalkan diri Anda dan tanyakan nama mereka dan ketika mengantarkan pesanannya gunakan kata “Silahkan dinikmati” hal itu akan membuat pelanggan merasa senang.
Contoh dari “Better Quality” salah satunya adalah Bank Mandiri. Bank Mandiri menyediakan berbagai layanan perbankan mulai dari tabungan, giro, deposito, debit, prabayar, kartu kredit sampai dengan produk investasi dan fasilitas pembiayaan usaha kecil. Disamping itu Bank Mandiri juga menyediakan layanan perbanakan 24 jam Full Time secara otomatis yang memungkinkan setiap nasabah untuk mengatur aktivitas keuangan kapanpun dan dimanapun Anda berada serta melakukan berbagai transakasi dan mendapatkan informasi perbankan yang diinginkan dalam seketika. Layanan otomatis ini meliputi Mandiri ATM, Mandiri SMS, Mandiri Internet, Mandiri Call, Mandiri Mobile, dan lain-lain. Setiap nasabah juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan berbagai reward sebagai bentuk apresiasi dari Bank Mandiri. “Apapun keinginan Anda, Bank Mandiri saja”.

3.      Lower Prices
Menang melalui harga yang rendah. Tentu saja sebagiai pelanggan, kita mencari barang dengan harga yang lebih murah tapi tidak “murahan” perusahaan tersebut juga harus memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan dan kualitas produk yang dijual tidak boleh terlalu rendah. Sebagai contoh Wal-Mart merupakan salah satu department store terbesar yang ada. Wal-Mart dapat sebesar ini berkat “Memahami Pelanggan”. Wal-Mart berusaha menyediakan barang untuk para pelanggannya dengan harga yang murah sesuai dengan mottonya yaitu “Save Money, Live Better” yang artinya dengan menghemat pengeluaran maka keluarga dapat hidup lebih baik. Wal-Mart unggul dalam bidang harga yang rendah serta pilihan barang yang banyak dan bervariasi.

4.      High Market Share
Menang melalui pangsa pasar yang tinggi. Perusahaan yang menghadapi persaingan yang sedikit dapat menjual dalam jumlah besar pada harga yang tinggi. Sedangkan tingkat persaingan tinggi dapat membuat penghasilan perusahaan menjadi berkurang. Sebagai contoh PT Kaldu Sari Nabati Indonesia. Perusahaan ini merupakan pelopor pertama yang membuat wafer krim keju yaitu Richeese Nabati. Seiring berjalannya waktu, perusahanan ini mulai memperkenalkan wafer dengan rasa baru yaitu wafer rasa pisang keju. Hal ini menjadi terobosan baru mengingat belum ada merek wafer lain yang memperkenalkan rasa wafer yang seperti itu.

5.      Adaptations And Customization
Menang melalui adaptasi dan kustomisasi. Banyak pembeli yang ingin para penjual atau perusahaan untuk menyediakan secara khusus fitur dan layanan yang mereka butuhkan, mengingat perbedaan keinginan para pembeli terhadap suatu produk yang dijual dalam pasaran. Sebagai contoh salah satu perusahaan mobil yaitu Ferrari memiliki keunggulan yang tidak semua perusahaan memilikinya, yaitu keunggulan dalam hal beradaptasi dengan konsumen dan membiarkan konsumen yang mengkustomisasi produk yang akan dibelinya. Pembeli dapat menentukan jenis kulit apa yang ingin dipakai pada jok mobil, warna interior, hiasan yang dipasang, dan lainnya tapi tentu saja ada tambahan biaya pula.

6.      Continuous Product Development
Menang melalui peningkatan produk yang berkesinambungan. Dengan kondisi yang semakin ketat, setiap perusahaan dituntut dapat meningkatkan daya saing produk yang dihasilkannya. Karena dengan peningkatan produk, perusahaan dapat mengungguli perusahaan lain yang sejenis. Peningkatan produk dapat ditelaah dari berbagai aspek mulai dari mutu produk yang lebih baik, harga jual yang lebih rendah, desain yang lebih menarik dan sebagainya. Sebagai contoh perusahaan yang bergerak di minuman soda, The Coca-Cola Company melakukan berbagai inovasi serta pengembangan produk. Awalnya perusahaan ini hanya memproduksi Coca-Cola saja lalu perusahaan tersebut berinovasi membuat Coca-Cola Zero (minuman soda tanpa gula), lalu Diet Coke dan bahkan memproduksi minuman berisotonik seperti Powerade, bahkan minuman sari buah seperti Minute Maid dan lainnya.

7.      Product Innovation
Menang melalui inovasi produk. Perusahaan dapat meningkatkan keuntungan denga cara berinovasi. Inovasi merupakan sesuatu yang baru dan berbeda dari apa yang telah dimunculkan sebelumnya. Jika suatu perusahaan tidak melakukan inovasi produk maka hal tersebut akan membuat pembeli merasa bosan, apalagi produk tersebut memiliki banyak kekurangan, produk tersebut akan hilang dari pasaran. Berikut ini beberapa alasan mengapa suatu perusahaan harus melakukan inovasi produk :
·         Inovasi sebagai bentuk penyempurnaan produk atau layanan jasa
Melalui sebuah inovasi di dalam penyediaan produk, maka hal yang terpenting yang paling diharapkan adalah penyempurnaan kualitas dari sebuah produk yang dihasilkan terhadap produk yang sebelumnya sudah ada
·         Inovasi untuk meningkatkan angka penjualan
Melalui sebuah inovasi, akan muncul produk-produk baru yang barangkali sudah dinantikan oleh para konsumen. Dengan cara ini, secara otomatis angka penjualan akan meningkat.
·         Inovasi merupakan bukti kualitas dari suatu perusahaan
Dari waktu ke waktu melakukan perbaikan terhadap suatu kualitas dari sebuah produk atau layanan dalam rangka memenuhi kebutuhan para konsumen agar lebih baik.
·         Inovasi sebagai upaya melawan produk
Dalam hal ini upaya inovasi menjadi cukup penting apabila perusahaan tidak menginginkan kerugian besar terhadap penurunan jumlah konsumen akibat adanya produk baru.
Sebagai contoh PT Coca-Cola yang senantiasa berinovasi untuk menjaga kualitas produknya serta sebagai upaya untuk melawan competitor yaitu dengan cara mengembangkan Coca-Cola menjadi Coca-Cola Zero dan Diet Coke.
8.      Entering High Growth Markets
Menang dengan memasuki pasar pertumbuhan tinggi. Pasar pertumbuhan tinggi seperti elektronik, bio teknologi, robotika, dan telekomunikasi menarik perhatian khusus bagi masyarakat (pembeli) karena dianggap memiliki glamour tersendiri dan merasa gengsi jika tidak memilikinya. Sebagai contoh Microsoft Indonesia yang memfokuskan bisnis aplikasi khususnya komputasi awan (gabungan pemanfaatan teknologi informasi dan perkembangan berbasis internet). Sekarang ini teknologi merupakan sebuah komoditas yang mendorong Microsoft untuk terus berinovasi dalam aplikasi.

9.      Exceeding Customer Expectations
Menang dengan cara menciptakan produk yang melebihi harapan pelanggan. Salah satu klise pemasaran yang paling popular saat ini adalah bahwa perusahaan menang dengan memberikan produk yang melebihi harapan pelanggan. Jika perusahaan dapat melakukan hal tersebut maka perusahaan akan mendapatkan laba. Masalah yang timbul akibat ini adalah ketika harapan pelanggan telah terlampaui maka pelanggan akan memiliki harapan yang lebih di waktu yang akan datang dan perusahaan semakin sulit untuk memenuhi harapan tersebut. Dengan kata lain banyak pelanggan saat ini ingin kualitas tinggi, layanan bagus, kenyamanan, kustomisasi, jaminan pembelian dan lain-lain dengan harga yang rendah. Tentu saja tidak mungkin bagi suatu perusahaan untuk dapat memenuhi semua hal tersebut. Jadi perusahaan hanya memenuhi beberapa atau sebagian dari harapan pelanggan.

Daftar Pustaka :
1. http://www.studymarketing.org/articles/Marketing/Nine_Winning_Marketing_Practices.html
2. http://eindangpujiastuti.blogspot.com/2012/11/pelayanan-kepada-pelanggan.html
3. https://sites.google.com/site/seotoolinfo/bank-mandiri-bank-terbaik-di-indonesia
4. http://walmartdistribution.blogspot.com/p/makalah.html
5. http://nugraharian49.blogspot.com/2013/11/contoh-makalah-market-share.html
6. http://dwiaprilianto.blogspot.com/2008/10/strategi-pemasaran-ferrari.html
7. https://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabID=61&src=a&id=205502
8. http://industri.bisnis.com/read/20120603/84/79636/strategi-microsoft-tahun-ini-fokus-di-aplikasi
9. http://rajapresentasi.com/2012/03/strategi-melakukan-inovasi/

Selasa, 20 Mei 2014

Jawaban BAB 10 Manajemen SDM



1.      Kompensasi merupakan salah satu faktor penting dan menjadi perhatian pada banyak organisasi dalam mempertahankan dan menarik sumber daya manusia yang berkualitas.

Kaitannya dengan kinerja karyawan : Semakin besar kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawannya, maka akan semakin tinggi usaha para karyawan untuk meningkatkan kinerjanya. Dan begitupun sebaliknya, apabila kompensasi yang diberikan kepada karyawan semakin rendah bahkan dibawah rata-rata yang telah ditetapkan dalam hukum, maka akan semakin rendah kinerja yang diberikan karyawan untuk perusahaan tersebut

Kaitannya dengan kepuasan kerja : Kompensasi dapat digunakan sebagai kunci untuk mengelola sumberdaya manusia secara efektif agar sesuai dengan kebutuhan bisnis dan kebutuhan karyawan (Schuler dan Jackson, 1996). Kompensasi juga dapat digunakan sebagai suatu cara untuk memotivasi, meningkatkan prestasi kerja, dan kepuasan kerja karyawan (Handoko, 1995). Oleh sebab itu penentuan kompensasi merupakan tugas yang kompleks, sulit, dan perlu mempertimbangkan berbagai faktor, karena menyangkut kepentingan organisasi maupun karyawan.

Kaitannya dengan tingkat perputaran dan absensi pekerja : Kepuasan kerja dapat mempengaruhi tingkat perputaran karyawan dan absensi. Bila kepuasan kerja meningkat maka perputaran tenaga kerja dan absensi menurun atau sebaliknya. Hal ini disebabkan karena apabila para karyawan kurang mengdapatkan kepuasan kerja, maka mereka akan cenderung lebih sering absen dan dapat mengakibatkan sering keluar masuknya tenaga kerja, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi dan menghambat proses produksi karyawan.

2.     Penggolongan Kompensasi



 


3.      Tujuan Administrasi Kompensasi :

1.      Mendapatkan Karyawan Yang Cakap
Dengan semakin berkembangnya industry, terlihat semakin dibutuhkannya sumber daya manusia yang memiliki kecakapan di atas rata-rata, sama dengan kebutuhan organisasi lain.
2.      Mempertahankan Karyawan Yang Ada
Pada umumnya setiap orang akan menginginkan untuk memperoleh kesejahteraan, kebutuhan ini dapat diperoleh dari organisasi tempatnya bekerja.
3.      Meningkatkan Produktivitas
Program kompensasi yang menarik akan dapat memotivasi dan kepuasan karyawan untuk meningkatkan produktivitas.
4.      Memperoleh Keunggulan Kompetitif
Sumber daya manusia merupakan salah satu sumber daya yang memiliki kontrbusi penting dalam organisasi. Sebagian besar biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan usaha dialokasikan pada biaya sumber daya manusia.
5.      Aturan Hukum
Berkaitan dengan aturan hukum, organisasi harus menyesuaikan kompensasi sesuai dengan peraturan yang berlaku secara nasional dan daerah. Organisasi dituntut agar taat atas aturan yang berkaitan dengan kompensasi karena menyangkut kebutuhan hidup orang-orang dalam suatu negara atau daerah tertentu.
6.      Sasaran Strategi
Banyak perusahaan dalam menjalankan usahanya menginginkan yang terbaik dalam industrinya. Untuk dapat bersaing, organisasi membutuhkan tenaga-tenaga yang memiliki kompetensi tinggi.

4.      Tantangan-Tantangan Dalam Kebijakan Kompensasi :

1.      Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja
Bagi pekerjaan yang membutuhkan keterampilan tinggi, biasanya tersedia dalam jumlah sedikit (terbatas) maka tingkat upah cenderung tinggi. Sebaliknya untuk jenis pekerjaan yang membutuhkan keterampilan rendah dibayar dengan upah yang rendah juga.
2.      Perekonomian
Pertumbuhan perekonomian yang pesat yang dialami oleh suatu negara tertentu akan menciptakan daya saing lebih besar yang akan mendorong upah dan gaji naik . Sebaliknya kondisi perekonomian yang buruk umumnya meningkatkan penawaran tenaga kerja yang menyebabkan rendahnya gaji atau upah yang diterima para pekerjanya.
3.      Serikat Buruh
Kuatnya serikat buruh dalam organisasi akan mendorong untuk meningkatkan besarnya kompensasi yang diterima karyawan. Sebaliknya apabila serikat buruh lemah maka perusahaanlah yang cenderung menentukan besarnya tingkat upah bagi karyawan, perusahaan cenderung untuk menetapkan tingkat upah yang rendah.
4.      Kondisi Keuangan Perusahaan
Serikat buruh memiliki peran kuat untuk menentukan kompensasi, namun harus disesuaikan dengan kondisi perusahaan untuk memenuhi tuntutan tersebut. Kondisi keuangan organisasi merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat kompensasi yang layak.
5.      Kebijakan Perusahaan
Kebijakan kompensasi yang ditetapkan perusahaan juga berpengaruh terhadap penentuan kompensasi karena telah disiapkannya pedoman pokok tentang kompensasi. Beragam persepsi karyawan tentang pemberian kompensasi sebagian mempersepsikan adil namun sebagian karyawan lain memperesepsikan kurang adil.
6.      Produktivitas
Semakin tinggi hasil produksi atau prestasi kerja karyawan maka hal yang wajar untuk menaikkan tingkat upah karyawan. Sebagai konsekuensinya tingkat produksi dan prestasi kerja yang rendah akan menurunkan tingkat upah yang diterima.
7.      Biaya Hidup
Biaya hidup pada berbagai daerah berbeda tergantung pada kondisi ekonomi pada setiap daerah tersebut. Salah satu faktor untuk menentukan kompensasi dengan menyesuaikan kebutuhan hidup layak (KHL) pada setiap daerah baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten.
8.      Pemerintah
Pemerintah menentukan batas minimum upah yang diterima karyawan. Hal ini pemerintah menentukan berdasarkan jenis pekerjaanya dan tidak terlepas dari biaya hidup pada masing-masing daerah.

5.      Faktor yang menentukan besarnya pembayaran kompensasi :

Kemampuan dan kesediaan perusahaan
Apabila kemampuan dan kesediaan perusahaan untuk membayar semakin baik maka tingkat kompensasi akan semakin besar. Tetapi sebaliknya, jika kemampuan dan kesediaan perusahaan untuk membayar kurang maka tingkat kompensasi relatif kecil.


Biaya hidup / Cost of living
Apabila hidup didaerah itu tinggi maka tingkat kompensasi/upah semakin besar. Sebaliknya, jika tingkat biaya hidup didaerah itu rendah maka tingkat kompensasi/relatif kecil.

Posisi jabatan karyawan
Karyawan yang menduduki jabatan yang lebih tinggi maka tingkat kompensasi/upah semakin besar. Sebaliknya karyawan yang menduduki jabatan yang lebih rendah akan memperoleh gaji/kompensasi yang kecil.

Pendidikan dan pengalaman kerja
Jika pendidikan lebih tinggi dan pengalaman kerja lebih lama maka gaji/balas jasa akan semakin besar, karena kecakapan serta keterampilannya lebih baik. Sebaliknya, karyawan yang berpendidikan rendah dan pengalam kerja yang kurang maka tingkat gaji / kompensasinya kecil.

Jenis dan sifat pekerjaan
Kalau jenis dan sifat pekerjaan sulit mempunyai resiko (finansial, keselamatan) yang besar maka tingkat upah/balas jasanya semakin besar karena membutuhkan kecakapan serta ketelitian untuk mengerjakannya. Tetapi jika jenis dan sifat pekerjaannya mudah dan resiko (finansial, kecelakaan) kecil, tingkat upah/balas jasanya relatif rendah.

6.      Keadilan kompensasi merupakan faktor penting yang mempengaruhi bagaimana dan mengapa karyawan bekerja pada suatu perusahaan dan bukan pada perusahaan lainnya. Kompensasi yang adil maksudnya segala pengorbanan yang dilakukan oleh karyawan seimbang dengan imbalan yang mereka terima. Ada keseimbangan antara produktivitas dengan upah atau gaji atau kompensasi yang diterimanya. Keadilan kompensasi pada prinsipnya adalah sama akan tetapi bagi karyawan yang prestasinya beda maka keadilan kompensasi yang diterima berbeda tergantung pada prestasi kerjanya.

Keadilan Distributif adalah keadilan yang dirasakan karyawan atas kesesuaian kompensasi yang mereka terima denga hasil pekerjaannya.

Keadilan Eksternal adalah perbandingan kompensasi yang diterima karyawan pada tingkat dan jenis pekerjaan yang sama pada perusahaan berbeda dalam industri.


7.      Evaluasi Pekerjaan adalah proses dalam menilai suatu pekerjaan dibandingkan dengan pekerjaan lain baik dalam maupun luar organisasi, untuk dijadikan sebagai dasar dalam menentukan besarnya kompensasi.

8.      Metode-Metode Evaluasi Pekerjaan

1.      Metode Peringkat adalah proses mengurutkan nilai setiap pekerjaan mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil melalui deskripsi pekerjaan.

2.      Metode Klasifikasi adlaah membagi pekerjaan pada beberapa kelas dimana pekerjaan yang memiliki karakter sama dikelompokkan ke dalam satu kelas.

3.      Metode Perbandingan Faktor adalah menjadikan beberapa faktor pada suatu pekerjaan sebagai pembanding atas pekerjaan lain kemudian diurutkan dari nilai yang tertinggi sampai terendah.

4.      Metode Poin adalah penilaian kepatas beberapa faktor pada suatu pekerjaan kemudian dijumlahkan untuk menentukan nilai suatu pekerjaan.

9.      Dasar untuk menentukan harga pekerjaan dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu :

1.      Tingkat Bayaran : Suatu proses yang digunakan organisasi untuk menetapkan harga pekerjaan adalah dengan mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan yang memiliki karakteristik sama atau hampir sama.

2.      Rentang Bayaran : Proses pengelompokkan pekerjaan dengan rentang tertentu untuk memberikan bayaran yang sama pada suatu rentang tertentu tersebut.

3.      Broadbanding : Kebijakan kompensasi untuk menghilangkan sebagian tingkatan bayaran agar menjadi lebih sedikit untuk meningkatkan efektivitas organisasi.

10.  Sistem Pembayaran Tunggal adalah kebijakan kompensasi untuk membayar sama serluruh karyawan yang mengerjakan pekerjaan yang setingkat.

11.  Penyebab terjadinya overpaid dan underpaid dalam pembayaran kompensasi kepada pekerja karena terjadinya perbedaan persepsi antara para karyawan dalam suatu perusahaan. Realisasinya tergantung pada kontribusi yang diberikan karyawan kepada perusahaan. Apakah dengan mendapat kontribusi x maka karyawan juga dapat memberikan kontribusi yang setara yaitu sebesar x atau tidak.